Friday, October 9, 2026

AKHLAK

 Menu

Innama Buistu Liutammima Makarimal Akhlak

Hadis innama buistu liutammima makarimal akhlak adalah salah satu sabda Nabi Muhammad ﷺ yang paling ringkas namun paling komprehensif. Di dalamnya, Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa misi utama kerasulan beliau adalah menyempurnakan akhlak mulia. Ketika banyak orang mengira bahwa tujuan utama risalah adalah hukum, ibadah, atau peradaban, Nabi ﷺ justru menggarisbawahi fondasinya terlebih dahulu: akhlak.

Daftar Isi

Takhrij Hadis dan Variasi Redaksinya dalam Kitab-Kitab Hadis

Innama Buistu Liutammima Makarimal Akhlak

Hadis “innamā bu‘itstu li utammima makārimal akhlāq” termasuk hadits tentang akhlak yang paling dikenal—hadis yang sering dijadikan rujukan ketika membahas ajaran akhlak Nabi dan fondasi moral dalam Islam. Riwayat ini masyhur dan datang melalui beberapa jalur periwayatan yang saling menguatkan.

Para ulama hadis, sejak masa klasik sampai ulama kontemporer, menilai bahwa hadis ini berderajat hasan shahih karena banyaknya penguat (syawāhid) serta kuatnya kesesuaian maknanya dengan prinsip umum syariat mengenai pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan seorang Muslim.

1. Riwayat Imam Malik dalam al-Muwaṭṭa’

Teksnya berbunyi:

بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ حُسْنَ الأَخْلَاقِ

Artinya: “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”
Status: mursal shahih (diriwayatkan dari jalur tabi’in, namun kokoh menurut para ulama Malikiyah).

2. Riwayat Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad (no. 8952)

Riwayat dari Abu Hurairah, dengan lafaz innama buistu liutammima makarimal akhlak Arab:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلَاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”
Status: Dinilai hasan oleh para ahli hadis, di antaranya: Al-Albani dan Syu’aib Al-Arna’uth.

3. Riwayat Al-Baihaqi dalam Syu‘abul Īmān (no. 7925)

Dengan lafaz yang lebih terkenal:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
Status: hasan li ghairihi (dikuatkan oleh banyak jalur).

4. Riwayat Al-Hakim dalam al-Mustadrak (2/670)

Menggunakan lafaz yang hampir sama:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَحَاسِنَ الأَخْلَاقِ

Artinya: “Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang indah.”
Status: Disahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi.

Meski Hadis ini diriwayatkan melalui beberapa jalur yang saling menguatkan. Semua redaksi berbeda hanya pada pilihan kata: makārim, maḥāsin, atau ḥusn, yang ketiganya bermakna “akhlak terbaik”.

Para ulama — seperti Ibn Abdil Barr, Al-Munawi, dan As-Sakhawi — menegaskan bahwa makna hadis itu mutawatir secara makna: misi utama Rasulullah ﷺ adalah akhlak.

Dengan demikian, hadis ini dapat dijadikan dasar pokok bahwa seluruh risalah Nabi ﷺ dalam ibadah, muamalah, hingga kehidupan sosial, bermuara pada penyempurnaan akhlak manusia.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dan disahkan oleh banyak ulama hadis. Bila diterjemahkan, sabda tersebut berarti: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Selaras dengan Innama Buistu Liutammima Makarimal Akhlak

Hadis ini menegaskan misi Nabi ﷺ adalah menyempurnakan akhlak. Ayat-ayat Al-Qur’an pun banyak menekankan hal kesempurnaan akhlak Nabi Muhammad Saw, diantaranya:

  • Surah Al-Qalam ayat 4: Menegaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki akhlak yang agung dan menjadi teladan bagi umat manusia.
  • Surah Al-Ahzab ayat 21: Nabi ﷺ adalah suri teladan terbaik, sehingga umat Islam dianjurkan mengikuti perilaku dan akhlak beliau.
  • Surah Al-Imran ayat 159: Mengajarkan kelembutan, sikap lemah lembut, dan memaafkan—cerminan akhlak mulia Nabi ﷺ.
  • Surah Al-Furqan ayat 63: Menunjukkan akhlak hamba Allah yang paling baik: rendah hati, penuh kasih sayang, dan menjaga hubungan sosial.
  • Surah Al-Hujurat ayat 13: Mengajarkan keadilan dan menghargai sesama, menekankan persaudaraan dan akhlak universal.
  • Surah An-Nisa ayat 36: Memerintahkan berbuat baik kepada orang tua, keluarga, tetangga, dan seluruh makhluk, sesuai prinsip akhlak Nabi ﷺ.
  • Surah Al-Mumtahanah ayat 8–9: Menekankan kejujuran dan menjaga amanah, bagian penting dari akhlak mulia yang dibawa Nabi ﷺ.

No comments:

Post a Comment