Friday, July 17, 2026

AKHLAK

 Dalil tentang AKHLAK


n. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR Tirmidzi, Riyadlu Al-Shalihin:278). Hadis lain menegaskan jika misi utama Rasulullah diutus adalah menyempurnakan akhlak yang mulia


melangkah di jalan yang penuh duri.


Oleh Nabi Muhammad saw., akhlak mulia disandingkan dengan takwa. “Bertakwalah kamu di manapun kamu berada, dan iringilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah orang lain dengan akhlak mulia” (HR Tirmidzi, Al-Arba’un Al-Nawawiyyah:18


Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan (pahala) seorang mukmin di hari kiamat dibandingkan akhlak yang mulia.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Bahkan tujuan utama diutusnya Nabi adalah untuk menyempurnakan sebaik-sebaik akhlak (HR. Al Baihaqi dan al Bazzar).


Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia." (HR. Al-Baihaqi).


Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)


surat Al-Anbiya ayat 107 yang berbunyi:   وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ   Artinya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.  


Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan orang yang lebih tua dan tidak menyayangi orang yang lebih muda” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi ).16 Jun 2023


Anasmalik Abdullah:

Bunyi Hadits (Arab):

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

Artinya:

"Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang luhur." (HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165, dinilai shahih oleh Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 2643)


Teks Arab Hadits:

«إنكم لا تسعون الناس بأموالكم وَلْيَسَعُهُمْ منكم بَسْطُ الوجه وحسن الخلق». 

Bunyi Hadits (Transliterasi):

“Innakum laa tasa'uuna-nnaasa bi-amwaalikum, wa laakin liyasauhum minkum basthu-lwajhi wa husnu-lkhuluq.”

Terjemahan:

"Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik simpati manusia dengan harta kalian, namun hendaknya kalian menarik hati mereka dengan keceriaan wajah dan budi pekerti kalian." (HR. Al Hakim dalam Mustadrak-nya dan dihasankan oleh Al-Albani). 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِا لْعُرْفِ وَاَ عْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ

khuzil-'afwa wa-mur bil-'urfi wa a'ridh 'anil-jaahiliin


"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 199)


* Via


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَاِ ذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَقَا لُوْا لَنَاۤ اَعْمَا لُنَا وَلَـكُمْ اَعْمَا لُـكُمْ ۖ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ لَا نَبْتَغِى الْجٰهِلِيْنَ

wa izaa sami'ul-laghwa a'rodhuu 'an-hu wa qooluu lanaaa a'maalunaa wa lakum a'maalukum salaamun 'alaikum laa nabtaghil-jaahiliin


"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.""

(QS. Al-Qasas 28: Ayat 55)


* Via


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


ذٰلِكَ الَّذِيْ يُبَشِّرُ اللّٰهُ عِبَا دَهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۗ قُلْ لَّاۤ اَسْئَـــلُـكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبٰى ۗ وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهٗ فِيْهَا حُسْنًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ

zaalikallazii yubasysyirullohu 'ibaadahullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaat, qul laaa as-alukum 'alaihi ajron illal-mawaddata fil-qurbaa, wa may yaqtarif hasanatan nazid lahuu fiihaa husnaa, innalloha ghofuurung syakuur


"Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."

(QS. Asy-Syura 42: Ayat 23)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ۗ لَوْ اَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَ رْضِ جَمِيْعًا مَّاۤ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

wa allafa baina quluubihim, lau angfaqta maa fil-ardhi jamii'am maaa allafta baina quluubihim wa laakinnalloha allafa bainahum, innahuu 'aziizun hakiim


"dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di Bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 63)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


كَيْفَ وَاِ نْ يَّظْهَرُوْا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوْا فِيْكُمْ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗ يُرْضُوْنَـكُمْ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَتَأْبٰى قُلُوْبُهُمْ ۚ وَاَ كْثَرُهُمْ فٰسِقُوْنَ 

kaifa wa iy yazh-haruu 'alaikum laa yarqubuu fiikum illaw wa laa zimmah, yurdhuunakum bi-afwaahihim wa ta-baa quluubuhum, wa aksaruhum faasiquun


"Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji)."

(QS. At-Taubah 9: Ayat 8.10


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


لَا يَرْقُبُوْنَ فِيْ مُؤْمِنٍ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُوْنَ

laa yarqubuuna fii mu-minin illaw wa laa zimmah, wa ulaaa-ika humul-mu'taduun


"Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."

(QS. At-Taubah 9: Ayat 10)





Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima tebusan dari seseorang di antara mereka sekalipun berupa emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.” (QS. Ali Imran [3]: 91)


إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ


“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu lagi untuk menebus diri mereka dari azab pada hari kiamat, niscaya semua tebusan itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka tetap mendapatkan adzab yang pedih.” (QS. Al-Maidah [5]: 36)


Sunday, May 3, 2026

Kutipan t.me 2

 Anasmalik Abdullah:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّهٗ لَـيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
innahuu laisa lahuu sulthoonun 'alallaziina aamanuu wa 'alaa robbihim yatawakkaluun

"Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 99)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
maa yalfizhu ming qoulin illaa ladaihi roqiibun 'atiid

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
(QS. Qaf 50: Ayat 18)

*

إنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
"Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia." (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak-nya, shahih). 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰ يٰتِهٖ ۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ
wa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohi kaziban au kazzaba bi-aayaatih, innahuu laa yuflihuzh-zhoolimuun

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 21)

* Via

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَا قِهٖ ۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَ رْضِ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
allaziina yangqudhuuna 'ahdallohi mim ba'di miisaaqihii wa yaqtho'uuna maaa amarollohu bihiii ay yuushola wa yufsiduuna fil-ardh, ulaaa-ika humul-khoosiruun

"(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 27)

*

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِا للّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَا تًا فَاَ حْيَا کُمْ ۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
kaifa takfuruuna billaahi wa kungtum amwaatang fa ahyaakum, summa yumiitukum summa yuhyiikum summa ilaihi turja'uun

"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 28)

* Via

Sesunggunya Ilah kalian adalah Ilah yang Esa, barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Robbnya maka hendaklah ia beramal ibadah dengan amalan yang sholeh dan tidak menyekutukan Robbnya dalam amal ibadahnya dengan suatu apapun".(QS Al Kahfi 110)

N‌Surat Al-An’am Ayat 88
ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ



Arab-Latin: żālika hudallāhi yahdī bihī may yasyā`u min 'ibādih, walau asyrakụ laḥabiṭa 'an-hum mā kānụ ya'malụn


Artinya: Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
fazkuruuniii azkurkum wasykuruu lii wa laa takfuruun

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)

*

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْ ۚ وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى
kuluu ming thoyyibaati maa rozaqnaakum wa laa tathghou fiihi fa yahilla 'alaikum ghodhobii, wa may yahlil 'alaihi ghodhobii fa qod hawaa

"Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku maka sungguh, binasalah dia."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 81)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ 
allaziina yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yungfiquun

"(yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 3)

Bunyi Hadits (Arab):
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
Artinya:
"Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang luhur." (HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165, dinilai shahih oleh Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 2643)

Teks Arab Hadits:
«إنكم لا تسعون الناس بأموالكم وَلْيَسَعُهُمْ منكم بَسْطُ الوجه وحسن الخلق». 
Bunyi Hadits (Transliterasi):
“Innakum laa tasa'uuna-nnaasa bi-amwaalikum, wa laakin liyasauhum minkum basthu-lwajhi wa husnu-lkhuluq.”
Terjemahan:
"Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik simpati manusia dengan harta kalian, namun hendaknya kalian menarik hati mereka dengan keceriaan wajah dan budi pekerti kalian." (HR. Al Hakim dalam Mustadrak-nya dan dihasankan oleh Al-Albani). 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَا عَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا 
may yuthi'ir-rosuula fa qod athoo'alloh, wa mang tawallaa fa maaa arsalnaaka 'alaihim hafiizhoo

"Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 80)

* Via

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِا لْعُرْفِ وَاَ عْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
khuzil-'afwa wa-mur bil-'urfi wa a'ridh 'anil-jaahiliin

"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 199)

* Via

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ مَّا يَنْزَغَـنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَا سْتَعِذْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
wa immaa yangzaghonnaka minasy-syaithooni nazghung fasta'iz billaah, innahuu samii'un 'aliim

"Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 200)

* Via

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَقَا لُوْا لَنَاۤ اَعْمَا لُنَا وَلَـكُمْ اَعْمَا لُـكُمْ ۖ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ لَا نَبْتَغِى الْجٰهِلِيْنَ
wa izaa sami'ul-laghwa a'rodhuu 'an-hu wa qooluu lanaaa a'maalunaa wa lakum a'maalukum salaamun 'alaikum laa nabtaghil-jaahiliin

"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.""
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 55)

* Via

https://vm.tiktok.com/ZS9R69mRsG1XV-A2Jp6/ This post is shared via TikTok Lite. Download TikTok Lite to enjoy more posts:  https://www.tiktok.com/tiktoklite

Akhlak yang baik (husnul khuluq) adalah amalan paling berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat, melebihi ibadah sunnah lainnya. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa tiada yang lebih berat timbangannya daripada akhlak mulia, yang mencakup wajah ceria, menghindari gangguan, dan berbuat baik. 
pesantrenalirsyad.org +4
Berikut adalah hadits-hadits terkait:
Hadits Riwayat Tirmidzi (Hasan Shahih):
"Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat pada timbangan seorang mukmin kelak pada hari kiamat daripada akhlak baik. Sungguh, Allah benar-benar membenci orang yang tutur katanya keji lagi kotor.".
Hadits Riwayat Ahmad (26275):
"Sesuatu yang paling memberatkan dalam timbangan pada hari Kiamat adalah akhlak yang baik.".
Hadits tentang Kesempurnaan Iman:
"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR Tirmidzi). 
Poin Penting Akhlak Mulia:
Definisi: Menurut Abdullah bin Al-Mubarak, akhlak mulia berarti wajah yang ceria, berbuat kebaikan, dan tidak menyakiti orang lain.
Pemberat Timbangan: Ia mengalahkan ibadah sunnah seperti puasa dan tahajud.
Kunci Surga: Akhlak mulia adalah salah satu penyebab utama manusia masuk surga.

"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 195)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ
wa iz ta-azzana robbukum la-ing syakartum la-aziidannakum wa la-ing kafartum inna 'azaabii lasyadiid

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.""
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
fazkuruuniii azkurkum wasykuruu lii wa laa takfuruun

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.
Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

Laisa kamisliho sai' asyura11 tidak ada yang serupa dgnya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ذٰلِكَ الَّذِيْ يُبَشِّرُ اللّٰهُ عِبَا دَهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۗ قُلْ لَّاۤ اَسْئَـــلُـكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبٰى ۗ وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهٗ فِيْهَا حُسْنًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
zaalikallazii yubasysyirullohu 'ibaadahullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaat, qul laaa as-alukum 'alaihi ajron illal-mawaddata fil-qurbaa, wa may yaqtarif hasanatan nazid lahuu fiihaa husnaa, innalloha ghofuurung syakuur

"Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 23)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا
wa laa taqfu maa laisa laka bihii 'ilm, innas-sam'a wal-bashoro wal-fu-aada kullu ulaaa-ika kaana 'an-hu mas-uulaa

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 36)m

Anasmalik Abdullah:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَصَا بَهُمْ وَا لْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِ ۙ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
allaziina izaa zukirollohu wajilat quluubuhum wash-shoobiriina 'alaa maaa ashoobahum wal-muqiimish-sholaati wa mimmaa rozaqnaahum yungfiquun

"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan sholat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ اَخَذْنَا مِيْثَا قَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَ ۗ خُذُوْا مَاۤ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّ اذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
wa iz akhoznaa miisaaqokum wa rofa'naa fauqokumuth-thuur, khuzuu maaa aatainaakum biquwwatiw wazkuruu maa fiihi la'allakum tattaquun

"Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat Gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), "Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 63)

*

Saturday, March 21, 2026

Wifi

 

WiFi Scanner Simulator
WIFI SCANNER v2.7
NETWORK PENETRATION SIMULATOR
root@scanner:~# _

🔓 PASSWORD CRACKED

Access granted. Connection established.

Saturday, February 7, 2026

SIFAT ASLI MANUSIA

 Sifat asli manusia


 walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Qs Anisa:128


     Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir.Qs.Al maarij:19

Friday, December 26, 2025

Monday, December 22, 2025

DALIL SANGAT PRINSIP

. >orang sombong susah menghormati orang apalagi mengikuti Alquran wa sunnah.


>tawaduk adalah rendah hati, 

>Adil : tidàk beda2kan kaya miskin jelek bagus cantik hitam putih manusia,memanusiakan manusia,  tidak sombong ,menghargai/hormati orang --> semua dilakukan demi Allah.


>Tidak ada seorang Muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, 'Dan bagimu juga kebaikan yang sama.'" (HR. Muslim).


>Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramka(Al isra :7


>anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa mendoakan ampunan bagi kaum mukminin dan mukminat, Allah akan menuliskan untuknya pahala sejumlah mukmin dan mukminah". (HR. at-Thabarani)


>Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa." (HR. Muslim)


>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi."

(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 32)


>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 272)