https://www.facebook.com/share/v/17uEyQh7ML/
Agama anas - Hakikat Agama Islam ?
Friday, December 26, 2025
Monday, December 22, 2025
DALIL SANGAT PRINSIP
. >orang sombong susah menghormati orang apalagi mengikuti Alquran wa sunnah.
>tawaduk adalah rendah hati,
>Adil : tidàk beda2kan kaya miskin jelek bagus cantik hitam putih manusia,memanusiakan manusia, tidak sombong ,menghargai/hormati orang --> semua dilakukan demi Allah.
>Tidak ada seorang Muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, 'Dan bagimu juga kebaikan yang sama.'" (HR. Muslim).
>Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramka(Al isra :7
>anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa mendoakan ampunan bagi kaum mukminin dan mukminat, Allah akan menuliskan untuknya pahala sejumlah mukmin dan mukminah". (HR. at-Thabarani)
>Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa." (HR. Muslim)
>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 32)
>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 272)
Saturday, December 20, 2025
BERTAKWA
>ISTIGHFAR[Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang duduk dalam suatu majelis dan banyak melakukan kesalahan, kemudian dia berkata sebelum meninggalkan majelis itu, ‘Subhanakallahumma wa bihamdika, astaghfiruka wa atubu ilaika,’ maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang dilakukan dalam majelis itu.” (HR. Tirmidzi).
rasulillah bersabda :
Barangsiapa memperbanyak istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan dan memberinya jalan ke luar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya. (HR. Abu Dawud)
Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu, kemudian bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberimu kenikmatan yang baik sampai waktu yang telah ditentukan..." (QS. Hud: 3).
Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.’" (QS. Nuh: 10-12).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَ نْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa maa kaanallohu liyu'azzibahum wa angta fiihim, wa maa kaanallohu mu'azzibahum wa hum yastaghfiruun
"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)]
>Bersegeralah sedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. (HR.At_thabrani)
TAKDIR TAKDIR TAKDIR
3
>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَاۤ اَصَا بَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ
wa maaa ashoobakum mim mushiibating fa bimaa kasabat aidiikum wa ya'fuu 'ang kasiir
"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 30)
>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
مَاۤ اَصَا بَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَاۤ اَصَا بَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّـفْسِكَ ۗ وَاَ رْسَلْنٰكَ لِلنَّا سِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِا للّٰهِ شَهِيْدًا
maaa ashoobaka min hasanating fa minallohi wa maaa ashoobaka ming sayyi-ating fa min nafsik, wa arsalnaaka lin-naasi rosuulaa, wa kafaa billaahi syahiidaa
"Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 79)
>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ اِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الْاَ رْضِ وَفَسَا دٌ كَبِيْرٌ
wallaziina kafaruu ba'dhuhum auliyaaa-u ba'dh, illaa taf'aluuhu takung fitnatung fil-ardhi wa fasaadung kabiir
"Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di Bumi dan kerusakan yang besar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 73)
>MENGHOʻRMATI LEBIH TUA[hadist Rasulullah ﷺ
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيْرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِف لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami serta tidak mengenal hak orang alim dari kami”. Shahih al-Jami’, hadits no. 5443.[3]
>BERBUAT BAIK kepada manusia [berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." al kasas.77
>MEMAAFKAN [3.134]
>TIDAK MARAH[3.134
>MENJAUHI TIDAK bERGUNA[ almu'minun.1]
>Bersama orang soĺeh [-Taubah · Ayat 119. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ ١١٩yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha wa kûnû ma'ash-shâdiqînWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!. , al araf.199 ]
>Bersihkan hati [dari iri,dengki, prasangka buruk ha sad,ujub,dendam. 113.5, ]
>jangan men̈gumpat. Alh7mazah :1
>jangan menumpuk harta .al humazah
>Tidak bicarakan orang(ghibah)49.12,
>Tidak riya' [al ma'un]
>Adab dan Akhlak yang baik al kalam.4
Dalam Islam, akhlak yang baik sangat diutamakan dan dianggap sebagai puncak dari segala kebaikan, bahkan lebih penting daripada ilmu pengetahuan dan amal ibadah.
Berikut adalah elaborasi lebih lanjut:
Keutamaan Akhlak:
Puncak Kebaikan: Akhlak yang baik dianggap sebagai puncak dari segala kebaikan, dan merupakan cerminan dari keimanan yang sempurna.
Lebih Utama dari Ilmu: Dalam Islam, akhlak yang baik memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan lebih utama daripada ilmu pengetahuan.
Cerminan Iman: Hadis-hadis menyatakan bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.
Timbangan di Akhirat: Akhlak yang baik akan menjadi timbangan yang paling berat di akhirat kelak.
Contoh Akhlak Mulia:
Berbuat Baik: Berbuat baik kepada sesama, meskipun orang tersebut telah berbuat jahat.
Sabar dan Rendah Hati: Memiliki sifat sabar, jujur, rendah hati, dan dermawan.
Menjaga Adab: Menjaga adab kepada orang lain, terutama kepada guru dan orang tua.
Menjauhi Perbuatan Buruk: Menjauhi perbuatan buruk seperti iri hati, dengki, dan berburuk sangka.
Akhlak Rasulullah:
Suri Teladan: Rasulullah SAW adalah suri teladan dalam hal akhlak yang mulia.
Misi Utama: Misi utama Rasulullah diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Ayat Al-Quran: Ayat Al-Quran menegaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki budi pekerti yang luhur.
Pentingnya Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari:
Membangun Masyarakat: Akhlak yang baik akan membantu membangun masyarakat yang harmonis dan damai.
Menghindari Perselisihan: Dengan berakhlak baik, kita dapat menghindari perselisihan dan pertengkaran.
Mencapai Keberkahan: Akhlak yang baik akan membawa keberkahan dalam kehidupan.
Mengenal 3 Tingkatan
>Tutur kata baik, 2:83,47:21,
>Jangan keraskan suara31.19
>Berbuat baik [2.177,3.92 ]
>Baik kepada orang tua [ 2.83,3.140,màryàm14,ang kabut8
>Infak mimma razakna[ 2:3,219,254
4:39, 8:3, ar rad:22,ibrahim:31, nahl:70,al haj:28 ,35,qassas:54, sajadah:54,fatir:29,yasin:47,assura38mulk15]
>Zikrullah [al anfal.2, ar rad.28]
>Shalat khusuk[almuminun,
>Jauhi zina[ al isra32, al furqan68,
>Tidak bersentuhan wanita[ “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).]
>Berkasih sayang sama beriman al fath29 [ hadits,tidak beriman seseorang kalao tidak mencintai saudaranya sbgmn mencintai diri sendiri ]
>Sami'na wa ata'na[2:285
>Tutup aurat [an nur31
>infak sebelum mati [ 2;180,254almunafikun;10
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمْ اِذَا حَضَرَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ اِنْ تَرَكَ خَيْرًا ۚ ٱلْوَ صِيَّةُ لِلْوَا لِدَيْنِ وَا لْاَ قْرَبِيْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ ۚ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ
kutiba 'alaikum izaa hadhoro ahadakumul-mautu ing taroka khoironil-washiyyatu lil-waalidaini wal-aqrobiina bil-ma'ruuf, haqqon 'alal-muttaqiin
"Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 180)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاَ نْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa angfiquu mimmaa rozaqnaakum ming qobli ay ya-tiya ahadakumul-mautu fa yaquula robbi lau laaa akhkhortaniii ilaaa ajaling qoriibing fa ashshoddaqo wa akum minash-shoolihiin
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.""
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)
²
>Silaturrahmi [2.27,4.1]
>Iman sebagian
[ al baqarah ;85 dan
[Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِا للّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّفَرِّقُوْا بَيْنَ اللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيَقُوْلُوْنَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَّنَكْفُرُ بِبَعْضٍ ۙ وَّيُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَّخِذُوْا بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا
innallaziina yakfuruuna billaahi wa rusulihii wa yuriiduuna ay yufarriquu bainallohi wa rusulihii wa yaquuluuna nu-minu biba'dhiw wa nakfuru biba'dhiw wa yuriiduuna ay yattakhizuu baina zaalika sabiilaa
"Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, "Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain)," serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 150),Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ اٰمِنُوْا بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَا لُوْا نُؤْمِنُ بِمَاۤ اُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُوْنَ بِمَا وَرَآءَهٗ وَهُوَ الْحَـقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ اَنْبِۢيَآءَ اللّٰهِ مِنْ قَبْلُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
wa izaa qiila lahum aaminuu bimaaa angzalallohu qooluu nu-minu bimaaa ungzila 'alainaa wa yakfuruuna bimaa warooo-ahuu wa huwal-haqqu mushoddiqol limaa ma'ahum, qul fa lima taqtuluuna ambiyaaa-allohi ming qoblu ing kungtum mu-miniin
"Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an)," Mereka menjawab, "Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami." Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur'an) itu adalah yang hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 91),
>Bersyukur. [Ibrahim7
>pada harta ada hak orang miskin yang meminta dan tidàk memintaazariat;19
>pada harta ada hak karib kerabat.qs israk;26arrum;38
>apakah kamu masuk sorga2:214
>Jauhi perbuatan tak berguna.almu'minun 3
>bebuat ADIL .qs an nahl:90
>islam sudah sempurna kecuali lapar
>Karib kerabat itù lebih utama dr lainnya.
>Berteman dg orang ber iman dan baik.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تُتْرَكُوْا وَلَـمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلَا رَسُوْلِهٖ وَلَا الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيْجَةً ۗ وَا للّٰهُ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
am hasibtum ang tutrokuu wa lammaa ya'lamillaahullaziina jaahaduu mingkum wa lam yattakhizuu ming duunillaahi wa laa rosuulihii wa lal-mu-miniina waliijah, wallohu khobiirum bimaa ta'maluun
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 16)
😀😀😀
> Kita tolong Allah, baru Allah tolong kita Qs.47;7
> Kita cinta Allah,rasul, baru Allah cinta dan sayang kita Qs.9;24.
> Kita ingat Allah, baru Allah ingat kita Qs.2;152
> Kita na'budu first,baru Allah nasta'in Qs.1;5
> Kita berupaya sungguh2 [jihad], baru Allah kasih petunjuk. Qs.29;69
> Kita bertaqwa baru Allah bukakan jaln keluar permasalahan dan rezeki tidak disangka2.(Qs.65:2)
> Kita bertawakal kpd Allah maka Allah cukup keperluannya.(Qs.65:3)
> ........... penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu dan takutlah kepada-Ku saja."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 40)
> ikuti dulu segala perintahnya, maka Do'a akan dikabulkan Allah Qs.2:186
😄😄😄😄
>bukti kita harus mencintai Allah 3.31/9.24
>keharusan Berjihad_-9.24,16/61.11/
>jangan merepotkan manusia (membikin susah orang)
>banyak membantu
>jangan mengajari, menasehati orang sebelum diminta.
>jangan minta bantuan kalau masih mampu.
>tawaduk
>bersyukur
>sabar
>kanaah
>adil
>bermanfaat bagi orang lain
>jangan meminta2
Wednesday, February 28, 2018
Menyambung Silaturrahmi dengan Keluarga dan Kerabat
Saturday, July 23, 2016
sub menu vertikal
1. Log in to blogger account and Click drop down.
2. Now select "Template" Like Below.
3. Now you can see Live on blog, Click EDIT HTML Button"
4. Now click Proceed button.
5. Find this tag by using Ctrl+F ]]></b:skin>
6. Paste below code Before ]]></b:skin> tag
/* The CSS Code for the menu starts here bloggertrix.com */ #bloggertrix_box_menu{padding:0;margin:0;width:245px;list-style:none outside none} #bloggertrix_box_menu li{background:#252525;position:relative;border-bottom:1px solid #110f0e;border-top:1px solid #3d3732;} #bloggertrix_box_menu li ul{position:absolute;padding:0;margin:0;left:245px;top:-1px;display:none;width:160px;list-style:none outside none;z-index:9990;background:#00CC33} #bloggertrix_box_menu li a{background:url(http://4.bp.blogspot.com/-Z2rx2h9tJd8/UNv6FN_L0II/AAAAAAAAGFQ/ty4e9b5auHQ/s1600/bt-arrow-right-icon.png) no-repeat 5px 10px;display:block;min-height:30px;line-height:30px;margin:0;padding:0 5px 0 25px;text-decoration:none;color:#777;color:#b69786;font-size:14px;border-right:4px solid #35322c;cursor:pointer;transition:all 400ms ease-in-out;-webkit-transition:all 400ms ease-in-out;-moz-transition:all 400ms ease-in-out;-o-transition:all 400ms ease-in-out;-ms-transition:all 400ms ease-in-out} #bloggertrix_box_menu li a:hover{border-right-color:#665d54;text-decoration:none;color:#ddd;background:#38332d url(http://4.bp.blogspot.com/-Z2rx2h9tJd8/UNv6FN_L0II/AAAAAAAAGFQ/ty4e9b5auHQ/s1600/bt-arrow-right-icon.png) no-repeat 5px 10px;} #bloggertrix_box_menu li:hover ul, #bloggertrix_box_menu li.over ul{display:block}
7. Go to blogger and click Layout
8. Click Add Gadget and select 'HTML/Javascript
9. Paste below code.
<ul id="bloggertrix_box_menu"> <li><a href="#">Menu List 1</a> <ul> <li><a href="#">Menu List 1.1</a></li> <li><a href="#">Menu List 1.2</a></li> <li><a href="#">Menu List 1.3</a></li> <li><a href="#">Menu List 1.4</a></li> </ul> </li> <li><a href="#">Menu List 2</a> <ul> <li><a href="#">Menu List 2.1</a></li> <li><a href="#">Menu List 2.2</a></li> <li><a href="#">Menu List 2.3</a></li> <li><a href="#">Menu List 2.4</a></li> <li><a href="#">Menu List 2.5</a></li> <li><a href="#">Menu List 2.6</a></li> </ul> </li> <li><a href="#">Menu List 3</a> <ul> <li><a href="#">Menu List 3.1</a></li> <li><a href="#">Menu List 3.2</a></li> </ul> </li> <li><a href="#">Menu List 4</a> <ul> <li><a href="#">Menu List 4.1</a></li> <li><a href="#">Menu List 4.2</a></li> <li><a href="#">Menu List 4.3</a></li> <li><a href="#">Menu List 4.4</a></li> <li><a href="#">Menu List 4.5</a></li> <li><a href="#">Menu List 4.6</a></li> </ul> </li> <li><a href="#">Menu List 5</a> <ul> <li><a href="">Menu List 5.1</a></li> <li><a href="">Menu List 5.2</a></li> <li><a href="">Menu List 5.3</a></li> <li><a href="">Menu List 5.4</a></li> <li><a href="">Menu List 5.5</a></li> <li><a href="">Menu List 5.6</a></li> <li><a href="">Menu List 5.7</a></li> <li><a href="">Menu List 5.8</a></li> </ul> </li> <li><a href="#">Menu List 6</a> <ul> <li><a href="#">Menu List 6.1</a></li> <li><a href="">Menu List 6.2</a></li> <li><a href="#">Menu List 6.3</a></li> <li><a href="#">Menu List 6.4</a></li> <li><a href="#">Menu List 6.5</a></li> <li><a href="#">Menu List 6.6</a></li> <li><a href="#">Menu List 6.7</a></li> <li><a href="#">Menu List 6.8</a></li> </ul> </li> <li><a href="#">Menu List 7</a> <ul> <li><a href="#">Menu List 7.1</a></li> <li><a href="#">Menu List 7.2</a></li> <li><a href="#">Menu List 7.3</a></li> <li><a href="#">Menu List 7.4</a></li> <li><a href="#">Menu List 7.5</a></li> <li><a href="#">Menu List 7.6</a></li> <li><a href="#">Menu List 7.7</a></li> <li><a href="#">Menu List 7.8</a></li> </ul> </li> <li><a href="#">Menu List 8</a> <ul> <li><a href="#">Menu List 8.1</a></li> <li><a href="#">Menu List 8.2</a></li> <li><a href="#">Menu List 8.3</a></li> <li><a href="#">Menu List 8.4</a></li> <li><a href="#">Menu List 8.5</a></li> <li><a href="#">Menu List 8.6</a></li> </ul> </li> </ul>Replace # with your links.
10. Now save your HTML/Javascript'.
You are done...
Thursday, July 11, 2013
Dunia menurut Allah dan Rasullullah
Dunia Ini adalah…..
Setali tiga uang dengan manusia sekarang dalam memandang keduniaan. Semua serba diukur dengan uang, harta dan kemewahan. Seorang ayah berkata kepada seorang pemuda yang hendak melamar anaknya, “Berapa penghasilan kamu setiap bulan” atau “apa yang akan kamu berikan kepada anakku,’ dan kata semisalnya yang semuanya berujung pada materi. Di saat yang lain sang ibu berkata kepada anak laki-lakinya, “Nak, kamu harus belajar yang pintar, biar bisa dapat kerjaan yang layak, kalau perlu jadi PNS, hidupnya dah terjamin sampai tua.”
Marilah kita merenungkan ayat Allah — subhanahu wa ta’ala –, yang artinya,
“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar. Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia itu menipu kalian dan janganlah sekali-kali orang yang pandai menipu menipu kalian tentang Allah.” (Fathir: 5)
Benar dunia adalah kesenangan yang menipu, maka janganlah kalian tertipu.
Melihat sekeliling, semakin jarang orang yang memikirkan kehidupan akhirat, semakin sedikit, seorang ayah yang ingin anaknya menjadi shalih dan shalihah, dan semakin bisa dihitung dengan jari seorang ibu yang ingin anaknya sukses dan pintar dalam ilmu agama, sehingga mendoakannya ketika orangtuanya meninggal. Semua…. Yah hampir mayoritas, manusia membelalakan matanya untuk dunia, dan hanya melirik sedikit kehidupan akhirat.
Dunia Di Mata Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam –
Kalaulah kita benar mengaku Islam, tentunya panutan kita adalah Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam –. Kalaulah kita mengaku cinta Rasul — shallallahu ‘alaihi wa sallam — marilah melihat bagaimana Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam — memandang dunia ini,
Suatu ketika Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam — melintasi bangkai seekor anak kambing dengan telinga terputus, beliau — shallallahu ‘alaihi wa sallam — memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata:
أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ
“Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?”
Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini? “Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam — kemudian berkata,
أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ؟
” Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian? ”
Mereka menjawab, “Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, terputus telinganya. Apalagi ia telah menjadi seonggok bangkai, “jawab mereka. Beliau — shallallahu ‘alaihi wa sallam — pun bersabda setelahnya,
فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ، مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
“Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah dari hinanya bangkai ini untuk kalian.” (HR. Muslim no.2975)
Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam — juga bersabda,
لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun.” (HR. At-Tirmidzi no. 2320)
Inilah Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam — bangkit dari tidur di atas tikar dan meninggalkan bekas pada tubuh beliau — shallallahu ‘alaihi wa sallam — sehingga para Sahabat yang menyaksikan hal itu berkata, “Wahai Rasulullah, seandainya bisa kami siapkan untukmu kasur yang empuk!” Beliau — shallallahu ‘alaihi wa sallam — hanya menjawab:
مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Ada kecintaan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari naungan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (HR. at-Tirmidzi, no. 2377)
Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam — juga bersabda,
وَاللهِ مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ؟
“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat?” (HR. Muslim, no. 2858)
Yah demikianlah hinanya dunia di mata panutan kita — shallallahu ‘alaihi wa sallam –. Beliau — shallallahu ‘alaihi wa sallam — hanya menjadikannya sebagai ladang amal demi menuju negeri keabadian. Lalu bagaimanakah dengan diri kita? Bagaimanakah kita memandang dunia ini? apakah kita benar-benar ingin mencontoh Rasulullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam –? Wallahu a’lam bishawab. (Redaksi)


