Sunday, May 3, 2026

Kutipan t.me 2

 Anasmalik Abdullah:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّهٗ لَـيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
innahuu laisa lahuu sulthoonun 'alallaziina aamanuu wa 'alaa robbihim yatawakkaluun

"Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 99)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
maa yalfizhu ming qoulin illaa ladaihi roqiibun 'atiid

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
(QS. Qaf 50: Ayat 18)

*

إنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
"Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia." (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak-nya, shahih). 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰ يٰتِهٖ ۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ
wa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohi kaziban au kazzaba bi-aayaatih, innahuu laa yuflihuzh-zhoolimuun

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 21)

* Via

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَا قِهٖ ۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَ رْضِ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
allaziina yangqudhuuna 'ahdallohi mim ba'di miisaaqihii wa yaqtho'uuna maaa amarollohu bihiii ay yuushola wa yufsiduuna fil-ardh, ulaaa-ika humul-khoosiruun

"(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 27)

*

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِا للّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَا تًا فَاَ حْيَا کُمْ ۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
kaifa takfuruuna billaahi wa kungtum amwaatang fa ahyaakum, summa yumiitukum summa yuhyiikum summa ilaihi turja'uun

"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 28)

* Via

Sesunggunya Ilah kalian adalah Ilah yang Esa, barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Robbnya maka hendaklah ia beramal ibadah dengan amalan yang sholeh dan tidak menyekutukan Robbnya dalam amal ibadahnya dengan suatu apapun".(QS Al Kahfi 110)

N‌Surat Al-An’am Ayat 88
ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ



Arab-Latin: żālika hudallāhi yahdī bihī may yasyā`u min 'ibādih, walau asyrakụ laḥabiṭa 'an-hum mā kānụ ya'malụn


Artinya: Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
fazkuruuniii azkurkum wasykuruu lii wa laa takfuruun

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)

*

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْ ۚ وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى
kuluu ming thoyyibaati maa rozaqnaakum wa laa tathghou fiihi fa yahilla 'alaikum ghodhobii, wa may yahlil 'alaihi ghodhobii fa qod hawaa

"Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku maka sungguh, binasalah dia."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 81)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ 
allaziina yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yungfiquun

"(yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 3)

Bunyi Hadits (Arab):
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
Artinya:
"Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang luhur." (HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165, dinilai shahih oleh Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 2643)

Teks Arab Hadits:
«إنكم لا تسعون الناس بأموالكم وَلْيَسَعُهُمْ منكم بَسْطُ الوجه وحسن الخلق». 
Bunyi Hadits (Transliterasi):
“Innakum laa tasa'uuna-nnaasa bi-amwaalikum, wa laakin liyasauhum minkum basthu-lwajhi wa husnu-lkhuluq.”
Terjemahan:
"Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik simpati manusia dengan harta kalian, namun hendaknya kalian menarik hati mereka dengan keceriaan wajah dan budi pekerti kalian." (HR. Al Hakim dalam Mustadrak-nya dan dihasankan oleh Al-Albani). 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَا عَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا 
may yuthi'ir-rosuula fa qod athoo'alloh, wa mang tawallaa fa maaa arsalnaaka 'alaihim hafiizhoo

"Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 80)

* Via

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِا لْعُرْفِ وَاَ عْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
khuzil-'afwa wa-mur bil-'urfi wa a'ridh 'anil-jaahiliin

"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 199)

* Via

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ مَّا يَنْزَغَـنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَا سْتَعِذْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
wa immaa yangzaghonnaka minasy-syaithooni nazghung fasta'iz billaah, innahuu samii'un 'aliim

"Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 200)

* Via

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَقَا لُوْا لَنَاۤ اَعْمَا لُنَا وَلَـكُمْ اَعْمَا لُـكُمْ ۖ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ لَا نَبْتَغِى الْجٰهِلِيْنَ
wa izaa sami'ul-laghwa a'rodhuu 'an-hu wa qooluu lanaaa a'maalunaa wa lakum a'maalukum salaamun 'alaikum laa nabtaghil-jaahiliin

"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.""
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 55)

* Via

https://vm.tiktok.com/ZS9R69mRsG1XV-A2Jp6/ This post is shared via TikTok Lite. Download TikTok Lite to enjoy more posts:  https://www.tiktok.com/tiktoklite

Akhlak yang baik (husnul khuluq) adalah amalan paling berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat, melebihi ibadah sunnah lainnya. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa tiada yang lebih berat timbangannya daripada akhlak mulia, yang mencakup wajah ceria, menghindari gangguan, dan berbuat baik. 
pesantrenalirsyad.org +4
Berikut adalah hadits-hadits terkait:
Hadits Riwayat Tirmidzi (Hasan Shahih):
"Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat pada timbangan seorang mukmin kelak pada hari kiamat daripada akhlak baik. Sungguh, Allah benar-benar membenci orang yang tutur katanya keji lagi kotor.".
Hadits Riwayat Ahmad (26275):
"Sesuatu yang paling memberatkan dalam timbangan pada hari Kiamat adalah akhlak yang baik.".
Hadits tentang Kesempurnaan Iman:
"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR Tirmidzi). 
Poin Penting Akhlak Mulia:
Definisi: Menurut Abdullah bin Al-Mubarak, akhlak mulia berarti wajah yang ceria, berbuat kebaikan, dan tidak menyakiti orang lain.
Pemberat Timbangan: Ia mengalahkan ibadah sunnah seperti puasa dan tahajud.
Kunci Surga: Akhlak mulia adalah salah satu penyebab utama manusia masuk surga.

"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 195)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ
wa iz ta-azzana robbukum la-ing syakartum la-aziidannakum wa la-ing kafartum inna 'azaabii lasyadiid

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.""
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
fazkuruuniii azkurkum wasykuruu lii wa laa takfuruun

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.
Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

Laisa kamisliho sai' asyura11 tidak ada yang serupa dgnya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ذٰلِكَ الَّذِيْ يُبَشِّرُ اللّٰهُ عِبَا دَهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۗ قُلْ لَّاۤ اَسْئَـــلُـكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبٰى ۗ وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهٗ فِيْهَا حُسْنًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
zaalikallazii yubasysyirullohu 'ibaadahullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaat, qul laaa as-alukum 'alaihi ajron illal-mawaddata fil-qurbaa, wa may yaqtarif hasanatan nazid lahuu fiihaa husnaa, innalloha ghofuurung syakuur

"Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 23)

Saturday, March 21, 2026

Wifi

 

WiFi Scanner Simulator
WIFI SCANNER v2.7
NETWORK PENETRATION SIMULATOR
root@scanner:~# _

🔓 PASSWORD CRACKED

Access granted. Connection established.

Saturday, February 7, 2026

SIFAT ASLI MANUSIA

 Sifat asli manusia


 walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Qs Anisa:128


     Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir.Qs.Al maarij:19

Friday, December 26, 2025

Monday, December 22, 2025

DALIL SANGAT PRINSIP

. >orang sombong susah menghormati orang apalagi mengikuti Alquran wa sunnah.


>tawaduk adalah rendah hati, 

>Adil : tidàk beda2kan kaya miskin jelek bagus cantik hitam putih manusia,memanusiakan manusia,  tidak sombong ,menghargai/hormati orang --> semua dilakukan demi Allah.


>Tidak ada seorang Muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, 'Dan bagimu juga kebaikan yang sama.'" (HR. Muslim).


>Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramka(Al isra :7


>anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa mendoakan ampunan bagi kaum mukminin dan mukminat, Allah akan menuliskan untuknya pahala sejumlah mukmin dan mukminah". (HR. at-Thabarani)


>Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa." (HR. Muslim)


>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi."

(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 32)


>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 272)


Saturday, December 20, 2025

BERTAKWA


>ISTIGHFAR[Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang duduk dalam suatu majelis dan banyak melakukan kesalahan, kemudian dia berkata sebelum meninggalkan majelis itu, ‘Subhanakallahumma wa bihamdika, astaghfiruka wa atubu ilaika,’ maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang dilakukan dalam majelis itu.” (HR. Tirmidzi).

rasulillah bersabda :

Barangsiapa memperbanyak istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan dan memberinya jalan ke luar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya. (HR. Abu Dawud)

Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu, kemudian bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberimu kenikmatan yang baik sampai waktu yang telah ditentukan..." (QS. Hud: 3).

Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.’" (QS. Nuh: 10-12).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَ نْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa maa kaanallohu liyu'azzibahum wa angta fiihim, wa maa kaanallohu mu'azzibahum wa hum yastaghfiruun

"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)]

>Bersegeralah sedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. (HR.At_thabrani)

TAKDIR TAKDIR TAKDIR
3
>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ اَصَا بَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ 
wa maaa ashoobakum mim mushiibating fa bimaa kasabat aidiikum wa ya'fuu 'ang kasiir

"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 30)
>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَاۤ اَصَا بَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَاۤ اَصَا بَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّـفْسِكَ ۗ وَاَ رْسَلْنٰكَ لِلنَّا سِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِا للّٰهِ شَهِيْدًا
maaa ashoobaka min hasanating fa minallohi wa maaa ashoobaka ming sayyi-ating fa min nafsik, wa arsalnaaka lin-naasi rosuulaa, wa kafaa billaahi syahiidaa

"Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 79)

>Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ اِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الْاَ رْضِ وَفَسَا دٌ كَبِيْرٌ 
wallaziina kafaruu ba'dhuhum auliyaaa-u ba'dh, illaa taf'aluuhu takung fitnatung fil-ardhi wa fasaadung kabiir

"Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di Bumi dan kerusakan yang besar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 73)

>MENGHOʻRMATI LEBIH TUA[hadist Rasulullah ﷺ

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيْرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِف لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami serta tidak mengenal hak orang alim dari kami”. Shahih al-Jami’, hadits no. 5443.[3]

>BERBUAT BAIK kepada manusia [berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." al kasas.77

>MEMAAFKAN [3.134]
>TIDAK MARAH[3.134
>MENJAUHI TIDAK bERGUNA[ almu'minun.1]
>Bersama orang soĺeh [-Taubah · Ayat 119. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ ۝١١٩yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha wa kûnû ma'ash-shâdiqînWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!. , al araf.199 ]
>Bersihkan hati [dari iri,dengki, prasangka buruk ha sad,ujub,dendam. 113.5,  ]
>jangan men̈gumpat. Alh7mazah :1
>jangan menumpuk harta .al humazah
>Tidak bicarakan orang(ghibah)49.12,
>Tidak riya'  [al ma'un]
>Adab dan Akhlak yang baik al kalam.4
Dalam Islam, akhlak yang baik sangat diutamakan dan dianggap sebagai puncak dari segala kebaikan, bahkan lebih penting daripada ilmu pengetahuan dan amal ibadah.
Berikut adalah elaborasi lebih lanjut:
Keutamaan Akhlak:
Puncak Kebaikan: Akhlak yang baik dianggap sebagai puncak dari segala kebaikan, dan merupakan cerminan dari keimanan yang sempurna.
Lebih Utama dari Ilmu: Dalam Islam, akhlak yang baik memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan lebih utama daripada ilmu pengetahuan.
Cerminan Iman: Hadis-hadis menyatakan bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.
Timbangan di Akhirat: Akhlak yang baik akan menjadi timbangan yang paling berat di akhirat kelak.
Contoh Akhlak Mulia:
Berbuat Baik: Berbuat baik kepada sesama, meskipun orang tersebut telah berbuat jahat.
Sabar dan Rendah Hati: Memiliki sifat sabar, jujur, rendah hati, dan dermawan.
Menjaga Adab: Menjaga adab kepada orang lain, terutama kepada guru dan orang tua.
Menjauhi Perbuatan Buruk: Menjauhi perbuatan buruk seperti iri hati, dengki, dan berburuk sangka.
Akhlak Rasulullah:
Suri Teladan: Rasulullah SAW adalah suri teladan dalam hal akhlak yang mulia.
Misi Utama: Misi utama Rasulullah diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Ayat Al-Quran: Ayat Al-Quran menegaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki budi pekerti yang luhur.
Pentingnya Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari:
Membangun Masyarakat: Akhlak yang baik akan membantu membangun masyarakat yang harmonis dan damai.
Menghindari Perselisihan: Dengan berakhlak baik, kita dapat menghindari perselisihan dan pertengkaran.
Mencapai Keberkahan: Akhlak yang baik akan membawa keberkahan dalam kehidupan.
Mengenal 3 Tingkatan
>Tutur kata baik, 2:83,47:21,
>Jangan keraskan suara31.19
>Berbuat baik [2.177,3.92 ]
>Baik kepada orang tua [ 2.83,3.140,màryàm14,ang kabut8
>Infak mimma razakna[ 2:3,219,254
4:39, 8:3, ar rad:22,ibrahim:31, nahl:70,al haj:28 ,35,qassas:54, sajadah:54,fatir:29,yasin:47,assura38mulk15]
>Zikrullah [al anfal.2,  ar rad.28]
>Shalat khusuk[almuminun,
>Jauhi zina[ al isra32, al furqan68,
>Tidak bersentuhan wanita[ “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).]
>Berkasih sayang sama beriman al fath29 [ hadits,tidak beriman seseorang kalao tidak mencintai saudaranya sbgmn mencintai diri sendiri   ]
>Sami'na wa ata'na[2:285
>Tutup aurat [an nur31
>infak sebelum mati [ 2;180,254almunafikun;10
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمْ اِذَا حَضَرَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ اِنْ تَرَكَ خَيْرًا ۚ ٱلْوَ صِيَّةُ لِلْوَا لِدَيْنِ وَا لْاَ قْرَبِيْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ ۚ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ 
kutiba 'alaikum izaa hadhoro ahadakumul-mautu ing taroka khoironil-washiyyatu lil-waalidaini wal-aqrobiina bil-ma'ruuf, haqqon 'alal-muttaqiin

"Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 180)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ نْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa angfiquu mimmaa rozaqnaakum ming qobli ay ya-tiya ahadakumul-mautu fa yaquula robbi lau laaa akhkhortaniii ilaaa ajaling qoriibing fa ashshoddaqo wa akum minash-shoolihiin

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.""
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)
²
>Silaturrahmi [2.27,4.1]
>Iman sebagian
[ al baqarah ;85 dan
[Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِا للّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّفَرِّقُوْا بَيْنَ اللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيَقُوْلُوْنَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَّنَكْفُرُ بِبَعْضٍ ۙ وَّيُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَّخِذُوْا بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا 
innallaziina yakfuruuna billaahi wa rusulihii wa yuriiduuna ay yufarriquu bainallohi wa rusulihii wa yaquuluuna nu-minu biba'dhiw wa nakfuru biba'dhiw wa yuriiduuna ay yattakhizuu baina zaalika sabiilaa

"Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, "Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain)," serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 150),Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ اٰمِنُوْا بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَا لُوْا نُؤْمِنُ بِمَاۤ اُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُوْنَ بِمَا وَرَآءَهٗ وَهُوَ الْحَـقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ اَنْبِۢيَآءَ اللّٰهِ مِنْ قَبْلُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
wa izaa qiila lahum aaminuu bimaaa angzalallohu qooluu nu-minu bimaaa ungzila 'alainaa wa yakfuruuna bimaa warooo-ahuu wa huwal-haqqu mushoddiqol limaa ma'ahum, qul fa lima taqtuluuna ambiyaaa-allohi ming qoblu ing kungtum mu-miniin

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an)," Mereka menjawab, "Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami." Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur'an) itu adalah yang hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 91),

>Bersyukur. [Ibrahim7

>pada harta ada hak orang miskin yang meminta dan tidàk memintaazariat;19
>pada harta ada hak karib kerabat.qs israk;26arrum;38
>apakah kamu masuk sorga2:214
>Jauhi perbuatan tak berguna.almu'minun 3
>bebuat ADIL .qs an nahl:90
>islam sudah sempurna kecuali lapar
>Karib kerabat itù lebih utama dr lainnya.
>Berteman dg orang ber iman dan baik.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تُتْرَكُوْا وَلَـمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلَا رَسُوْلِهٖ وَلَا الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيْجَةً ۗ وَا للّٰهُ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
am hasibtum ang tutrokuu wa lammaa ya'lamillaahullaziina jaahaduu mingkum wa lam yattakhizuu ming duunillaahi wa laa rosuulihii wa lal-mu-miniina waliijah, wallohu khobiirum bimaa ta'maluun

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 16)

😀😀😀
> Kita tolong Allah, baru Allah tolong kita Qs.47;7
> Kita cinta Allah,rasul, baru Allah cinta dan sayang kita Qs.9;24.
> Kita ingat Allah, baru Allah ingat kita Qs.2;152
> Kita na'budu first,baru Allah nasta'in Qs.1;5
> Kita berupaya sungguh2 [jihad], baru Allah kasih petunjuk. Qs.29;69
> Kita bertaqwa baru Allah bukakan jaln keluar permasalahan dan rezeki tidak disangka2.(Qs.65:2)
> Kita bertawakal kpd Allah maka Allah cukup keperluannya.(Qs.65:3)
> ........... penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu dan takutlah kepada-Ku saja."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 40)
> ikuti dulu segala perintahnya, maka  Do'a akan dikabulkan Allah Qs.2:186
😄😄😄😄
>bukti kita harus mencintai Allah 3.31/9.24
>keharusan Berjihad_-9.24,16/61.11/

>jangan merepotkan manusia (membikin susah orang)
>banyak membantu
>jangan mengajari, menasehati orang sebelum diminta.
>jangan minta bantuan kalau masih mampu.
>tawaduk
>bersyukur
>sabar
>kanaah
>adil
>bermanfaat bagi orang lain
>jangan meminta2