Dalil tentang AKHLAK
n. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR Tirmidzi, Riyadlu Al-Shalihin:278). Hadis lain menegaskan jika misi utama Rasulullah diutus adalah menyempurnakan akhlak yang mulia
melangkah di jalan yang penuh duri.
Oleh Nabi Muhammad saw., akhlak mulia disandingkan dengan takwa. “Bertakwalah kamu di manapun kamu berada, dan iringilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah orang lain dengan akhlak mulia” (HR Tirmidzi, Al-Arba’un Al-Nawawiyyah:18
Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan (pahala) seorang mukmin di hari kiamat dibandingkan akhlak yang mulia.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Bahkan tujuan utama diutusnya Nabi adalah untuk menyempurnakan sebaik-sebaik akhlak (HR. Al Baihaqi dan al Bazzar).
Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia." (HR. Al-Baihaqi).
Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
surat Al-Anbiya ayat 107 yang berbunyi: وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ Artinya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan orang yang lebih tua dan tidak menyayangi orang yang lebih muda” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi ).16 Jun 2023
Anasmalik Abdullah:
Bunyi Hadits (Arab):
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
Artinya:
"Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang luhur." (HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165, dinilai shahih oleh Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 2643)
Teks Arab Hadits:
«إنكم لا تسعون الناس بأموالكم وَلْيَسَعُهُمْ منكم بَسْطُ الوجه وحسن الخلق».
Bunyi Hadits (Transliterasi):
“Innakum laa tasa'uuna-nnaasa bi-amwaalikum, wa laakin liyasauhum minkum basthu-lwajhi wa husnu-lkhuluq.”
Terjemahan:
"Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik simpati manusia dengan harta kalian, namun hendaknya kalian menarik hati mereka dengan keceriaan wajah dan budi pekerti kalian." (HR. Al Hakim dalam Mustadrak-nya dan dihasankan oleh Al-Albani).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِا لْعُرْفِ وَاَ عْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
khuzil-'afwa wa-mur bil-'urfi wa a'ridh 'anil-jaahiliin
"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 199)
* Via
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ ذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَقَا لُوْا لَنَاۤ اَعْمَا لُنَا وَلَـكُمْ اَعْمَا لُـكُمْ ۖ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ لَا نَبْتَغِى الْجٰهِلِيْنَ
wa izaa sami'ul-laghwa a'rodhuu 'an-hu wa qooluu lanaaa a'maalunaa wa lakum a'maalukum salaamun 'alaikum laa nabtaghil-jaahiliin
"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.""
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 55)
* Via
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ذٰلِكَ الَّذِيْ يُبَشِّرُ اللّٰهُ عِبَا دَهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۗ قُلْ لَّاۤ اَسْئَـــلُـكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبٰى ۗ وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهٗ فِيْهَا حُسْنًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
zaalikallazii yubasysyirullohu 'ibaadahullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaat, qul laaa as-alukum 'alaihi ajron illal-mawaddata fil-qurbaa, wa may yaqtarif hasanatan nazid lahuu fiihaa husnaa, innalloha ghofuurung syakuur
"Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 23)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ۗ لَوْ اَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَ رْضِ جَمِيْعًا مَّاۤ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
wa allafa baina quluubihim, lau angfaqta maa fil-ardhi jamii'am maaa allafta baina quluubihim wa laakinnalloha allafa bainahum, innahuu 'aziizun hakiim
"dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di Bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 63)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
كَيْفَ وَاِ نْ يَّظْهَرُوْا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوْا فِيْكُمْ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗ يُرْضُوْنَـكُمْ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَتَأْبٰى قُلُوْبُهُمْ ۚ وَاَ كْثَرُهُمْ فٰسِقُوْنَ
kaifa wa iy yazh-haruu 'alaikum laa yarqubuu fiikum illaw wa laa zimmah, yurdhuunakum bi-afwaahihim wa ta-baa quluubuhum, wa aksaruhum faasiquun
"Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 8.10
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا يَرْقُبُوْنَ فِيْ مُؤْمِنٍ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُوْنَ
laa yarqubuuna fii mu-minin illaw wa laa zimmah, wa ulaaa-ika humul-mu'taduun
"Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 10)
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima tebusan dari seseorang di antara mereka sekalipun berupa emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.” (QS. Ali Imran [3]: 91)
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu lagi untuk menebus diri mereka dari azab pada hari kiamat, niscaya semua tebusan itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka tetap mendapatkan adzab yang pedih.” (QS. Al-Maidah [5]: 36)
No comments:
Post a Comment